Tuesday, March 12, 2013

FURBY - BONEKA CANGGIH YANG MEMILIKI INTELLIGENCE


Furby atau Furbies adalah boneka robot seperti binatang peliharaan Anda yang sedang trendy di seluruh dunia. Boneka ini adalah boneka pertama di dunia yang memiliki kecerdasan. Bentuknya sangat lucu dan imut seperti burung hantu/marmut. Mata boneka ini interaktif karena terbuat dari LCD. Furby akan merespon semua perlakuan Anda terhadapnya. Anda dapat mengajaknya berbicara, menggelitiknya, memberinya makan, memiringkannya, membaliknya, menarik ekornya, dan memiliki konektivitas dengan perangkat Apple dimana Anda dapat berbicara dengannya atau memainkan musik untuknya agar ia berdansa. 
Memiliki Kepribadian Beradaptasi
Furby akan beradaptasi membentuk kepribadiannya bergantung kepada bagaimana Anda memainkan Furby. Pertama kali Anda memainkan Furby , ia akan berbicara dengan bahasa "Furbish" yang tidak dapat dimengerti oleh kita. Semakin Anda sering memainkan Furby Anda, maka Furby akan mampu berbicara dengan bahasa Inggris. Anda juga dapat mengajaknya bicara melalui perangkat Apple yang Anda miliki, dimana Furby akan berdansa jika Anda menyalakan lagu dengan perangkat Apple Anda dan mendekatkan perangkat tersebut pada kuping Furby.
Anda juga dapat membuat Furby tertawa dengan cara menggelitiki perutnya, atau mengelus-elus bulunya dengan kasih sayang, meskipun Anda dapat membuatnya teriak histeris jika Anda menarik ekornya. crying
Seperti layaknya mahkluk hidup, Furby akan merasakan lapar. Anda harus memberinya makan dengan cara memasukan jari Anda ke dalam paruh/mulut Furby atau Anda dapat membuat dan memberinya makanan dengan perangkat Apple Anda (Download aplikasinya via App Store).
Anda dapat mengunduh aplikasi-aplikasi gratis pada perangkat Apple Anda untuk membantu anda menerjemahkan bahasa "Furbish", serta memberi makan Furby Anda dengan fitur interaktif lainnya. Aplikasi-aplikasi opsional tersebut bekerja dengan perangkat Apple (iPad, iPod touch dan iPhone dengan OS 4.2 atau yang lebih baru).

Segera dapatkan FURBY dengan HARGA SPESIAL hanya di www.DollyKidz.com (Jaminan harga paling Murah Se-Indonesia).

Furby features:
  • It speaks FURBISH and English!
  • Who your FURBY becomes might surprise you!
  • FURBY responds to your voice and to music!
  • Pet FURBY's head, tickle its tummy, or pull its tail and see what happens!
  • Feed FURBY with your finger!
  • Get the free FURBY app* that lets you virtually feed your FURBY and translate its FURBISH language! *App is optional and works with iPad, iPod touch and iPhone with iOS 4.2 or later.
  • Requires 4 AA batteries (not included)
Furbish is the Furbies' language, with simple syllables, short words, and various sounds. A newly purchased Furby starts out speaking entirely Furbish. Over time, the Furby gradually replaces Furbish words and phrases with English.
  • wee-tah-kah-loo-loo: Tell me a joke.
  • wee-tah-kah-wee-loo: Tell me a story.
  • wee-tee-kah-wah-tee: Sing me a song.
  • u-nye-loo-lay-doo?: Do you want to play?
  • u-nye-ay-tay-doo?: Are you hungry?
  • u-nye-boh-doo?: How are you?
  • u-nye-way-loh-nee-way: Go to sleep now.
  • u-nye-noh-lah: Show me a dance.
Furbies may say these Furbish words:
  • doo?: What? (Furbies say this when called)
  • doo-dah: Yes. (Furbies say this in response to a command before doing it.)
  • boo: No. (Furbies say this when they do not want to carry out a command.)
  • yoo?: Why will you not play with me today? (This usually means the Furby is upset.)

Tuesday, March 5, 2013

REVIEW TOMB RAIDER – PS3


by DollyKidz.com

Tomb Raider ini merupakan versi reboot dari petualangan Lara Croft. Pada game ini kita akan melihat suatu era baru bagi Lara, yang belum pernah kita saksikan sebelumnya yaitu kita akan melihat sosok Lara muda pada petualangannya yang pertama, dimana dia terdampar di sebuah pulau yang berbahaya dan harus untuk bertahan hidup. Pada permainan ini kita akan melihat sosok Lara muda yang cerdas dan banyak akal yang nantinya akan menjadi seorang Lara Croft yang kita kenal selama ini, tidak takut dalam menghadapi bahaya. 
Image
Performa Camilla Luddington sebagai Lara Croft sangat mengesankan dan meyakinkan yang akan membuat Anda akan merasakan karakter Lara sesungguhnya.
Pada game ini produser Crystal Dynamics membuat segi pertarungan menjadi lebih hidup dan nyata dengan senjata bow-gun, shot-gun atau pistol. Pertempuran dibuat begitu menyenangkan dan banyak kontak fisik.
Image
Pada game ini Anda akan secara berkala menemukan senjata baru, membawa pertempuran dengan sesuatu yang baru setiap jam-nya. Pada game ini Anda bisa membunuh musuh secara tersembunyi dengan senjata bow-gun, atau berhadapan langsung head-to-head dengan shot-gun maupun membunuh sembari bersembunyi dengan assault-rifle (pada game ini Anda membutuhkan kombinasi dari ketiga strategi ini).
Meningkatkan skill Lara dan upgrade senjatanya akan menjadi petualangan yang menyenangkan. Pergerakan Lara dibuat secara natural dan serasi dengan lingkungannya yang akan meningkatkan adrenalin Anda. Detail pada game ini dibuat begitu jelas dan apik sehingga Anda akan menikmati petualangan ini.
Image
Meskipun begitu, ada sedikit kekurangan dari game ini yaitu aspek multiplayer, Anda akan merasakan perbedaan serunya bermain game ini pada single-player dibandingkan bermain secara multiplayer yang kurang flexible dan terlalu rumit.
Image
Kesimpulannya
Cerita pada Tomb Raider dibuat dengan sangat baik dan menarik. Permainan secara single-player akan membuat Anda melupakan waktu ketika memainkan game ini. Sungguh merupakan game action yang fantastik yang tidak kalah dengan aksi Nathan Drake pada game Uncharted.
Game ini dapat Anda peroleh di www.DollyKidz.com

Thursday, February 28, 2013

Top 10 Penjualan Game Jepang 18 Februari - 24 Februari 2013

Write by Andy Chan  - VGI 
Bagaimana penjualan game pada tanggal 18 Februari - 24 Februari 2013 di Jepang? Ternyata Metal Gear Rising: Revengeance berhasil memotong-motong kompetitornya, termasuk Animal Crossing: New Leaf yang kini jatuh ke posisi ketiga. Pada posisi kedua adalah game RPG dari Square Enix, Dragon Quest VII: Fighters of Eden.

Dari segi hardware, 3DS masih tetap tidak tertandingi dengan total penjualan sebanyak 74.729 unit, sementara penjualan PS Vita kini meningkat ke peringkat ketiga dari posisi kelima minggu kemarin.

dollykidz.com,metal gear rising
Raiden berhasil memotong seluruh kompetitornya.

Berikut adalah top ten laporan penjualan game di Jepang dari Media Create dari tanggal 18 Februari - 24 Februari 2013 :
 Judul GamePlatformTotal Penjualan
01.Metal Gear Rising: RevengeancePS3308.681
02.Dragon Quest VII: Fighters of Eden3DS75.426
03.Animal Crossing: New Leaf3DS74.438
04.Magi: The Labyrinth of Beginning3DS29.402
05.Toaru Majutsu no Kagaku no EnsemblePSP13.894
06.Taiko no Tatsujin Wii: Super Deluxe EditionWii9.825
07.New Super Mario Bros. 23DS9.664
08.Monster Hunter 3 Ultimate3DS8.230
09.Fantasy Life3DS5.870
10.Taiko no Tatsujin: Chibi Dragon to Fushigi na Orb3DS5.799

Dan berikut adalah laporan penjualan hardware di Jepang:
 HardwareTotal Penjualan
01.3DS74.729
02.PS318.529
03.PS Vita11.456
04.Wii U9.633
05.PSP8.981
06.Wii1.317
07.360473

Kunjungi www.DollyKidz.com untuk koleksi Game terbaru.


'Grafis Crysis 3 Jauh Lebih Keren dari Game PS4 Manapun'

Write by Yudhianto - detikinet 


dollykidz,crysis 3,ps3 game
Crysis 3 (Ist.)
Jakarta - Sejumlah game yang telah didemokan oleh masing-masing developernya pada event PlayStation Meeting 2013 memang sukses membuat kagum undangan yang hadir melalui kualitas grafis yang ditawarkan.

Meski begitu, pernyataan sinis justru dilontarkan oleh Bos Crytek Cevat Yerli yang mengatakan bahwa kualitas grafis game garapan terbarunya, Crysis 3, jauh lebih baik dari game PlayStation 4 apapun.

"Tidak mungkin konsol game dengan harga kemungkinan sekitar USD 500 mampu mengalahkan apa yang mampu dihasilkan sebuah PC dengan harga di atas USD 800 yang ditenagai oleh hardware mumpuni," ucap Yerli.

"Bagaimanapun juga sebuah konsol game tidak akan pernah mampu menandingi sebuah komputer dengan spesifikasi mumpuni, yang dapat dengan mudah menjalankan game dengan kualitas grafis yang tak akan dapat diimbangi oleh konsol game apapun," tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Megagames, Jumat (22/2/2013).

Crysis 3 memang tidak seperti Crysis 2, yang juga hadir untuk PlayStation 3 dan XBox 360. Jadi apakah ini berarti Crytek tidak sudi meluncurkan Crysis 3 untuk PlayStation 4 maupun XBox 720 karena dianggap tidak memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan agar optimal menjalankannya? 

Sayangnya belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Bagi Anda yang belum memainkan Crysis 3 ini, maka segera miliki dan rasakan serunya bermain game ini.
Game ini juga tersedia di www.DollyKidz.com

Tuesday, February 26, 2013

Review PlayStation All-Stars Battle Royale

Review PlayStation All-Stars Battle Royale
Write by Reggie - VGI

Dengan cukup banyaknya franchise yang dimiliki oleh Sony dan melihat suksesnya Super Smash Bros. milik Nintendo, Sony memutuskan untuk menyaingi game fighting yang mencampurkan semua karakter tersebut dengan PlayStation All-Stars Battle Royale. Tidak hanya didukung dengan karakter first-party, banyak karakter game third-party yang hadir dalam game ini karena third-party adalah bagian penting dari Sony.
PlayStation All-Stars Battle Royale memiliki tiga macam mode permainan yaitu Solo Play, Tournament, dan Versus Match. Solo Play menawarkan story mode, latihan, dan juga challenge dimana kamu bisa menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan. Dari sisi single playerPlayStation All-Stars Battle Royale bisa dibilang cukup membosankan karena permainan yang terlalu repetitif dan juga story mode yang tidak menarik. Cerita hanya disampaikan dalam bentuk gambar saja dan cutscene hanya ada satu untuk setiap karakter. Ceritanya sendiri tidak terlalu menarik karena kesannya tiap karakter hanya numpang lewat saja ke dalam game tersebut dan lalu kembali ke game mereka sendiri.
Dalam mode Tournament, kamu bisa bermain online dan menghadapi pemain dari seluruh dunia. Kamu bisa bermain dalam ranked match atau unranked match. Sedangkan dalam mode Versus Match kamu bisa bermain bersama temanmu atau AI melalui WiFi atau Ad-hoc. Tentunya game ini lebih menyenangkan dimainkan bersama orang lain karena lebih menyenangkan dan lebih menantang.
Gameplay dari PlayStation All-Stars Battle Royale cukup sederhana, sama seperti Super Smash Bros. Kamu bisa mengeluarkan jurus hanya dengan menyerang sambil menekan tombol arah. Ada tiga macam serangan yang bisa dilakukan. Tiap karakter memiliki gaya bertarung yang sangat berbeda. Contohnya Kratos bisa melakukancombo dengan enak, sedangkan Big Daddy gerakannya lambat dan tidak ada serangan combo.

Review PlayStation All-Stars Battle Royale
Game ini memang cukup menyenangkan, tetapi rasanya cukup dangkal. Untuk mengalahkan musuh, kamu hanya perlu memukul terus untuk mengumpulkan power yang nantinya bisa digunakan untuk mengeluarkan Super. Musuh sendiri hanya bisa dikalahkan hanya dengan Super. Yang sangat disayangkan adalah tidak ada konsekuensinya apabila kamu kena pukul terus. Kamu akan aman-aman saja selama tidak terkena serangan Super. Sama seperti Super Smash Bros., kadang-kadang akan ada item muncul dari berbagai seri yang bisa digunakan untuk menyerang atau membantu. Sayangnya item-item yang ditawarkan terasa biasa aja. Terutama tidak ada item yang game-changing, dimana akan sangat berguna apabila kamu dalam kondisi terdesak.
Untuk grafiknya tidak terlalu mengecewakan. Tetapi sayangnya ada beberapa model karakter yang kadang jadi terlihat sedikit aneh. Contohnya adalah Nathan Drake yang tidak terlihat seperti orang Amerika. Berbeda denganSuper Smash Bros., Sony memutuskan untuk menggabungkan stage-stage dari berbagai franchise. Contohnya adalah stage Loco Roco yang digabungkan dengan stage Metal Gear Rising: Revengeance. Konsepnya memang bagus, tetapi ketika digabungkan kesannya malah membuat aneh.
Review PlayStation All-Stars Battle Royale
Musik dalam game ini tentunya membawakan musik dari masing-masing franchise. Bagi penggemar musik dari masing-masing franchise tentunya ini akan menyenangnkan. Sayangnya musik orisinilnya, contohnya musik di main menu, tidak terlalu menawan. Seharusnya dengan menggabungkan semua karakter dari berbagai franchise, seharusnya game ini bisa memiliki musik yang epik.
Dengan karakter yang cukup banyak dan masing-masing karakter memiliki cerita, game ini seharusnya cukup menyenangkan untuk dimainkan berulang-ulang. Sayangnya hal itu tidak terjadi. Mode single player yang terlalu membosankan malah membuat nilai minus game ini. Multiplayer walaupun menyenangkan untuk dimainkan, sayangnya tidak berhasil menawarkan gameplay yang benar-benar menawan.
VGI Final Verdict
Review PlayStation All-Stars Battle Royale
Usaha Sony untuk menyaingi Nintendo tidak terlalu berhasil. Gameplay di PlayStation All-Stars Battle Royalememang sederhana, tetapi sayangnya tidak menawarkan gameplay yang dalam. Untuk mengalahkan musuh pun tidak perlu usaha yang yang susah payah. Hal ini makin terasa apabila kamu pernah memainkan seri Super Smash Bros. (RG)

VGI Ratings for PlayStation All-Stars Battle Royale

7.0GameplayPermainan yang sederhana dan menyenangkan.
7.5GraphicKhas tiap karakter masih tetapi terjaga.
7.0SoundMusik dari tiap franchise memanjakan telinga anda.
6.5LongevitySingle player yang cukup membosankan dan kurang banyaknya konten.
7.0Good
OVERALL

Demikian review yang diperoleh dari VGI. Silakan kunjungi DollyKidz.com untuk membeli Game ini dengan harga spesial.

Review Aliens: Colonial Marines


Review Aliens: Colonial Marines

Write by Andy Chan - VGI

Siapa tidak kenal dengan film James Cameron yang berjudul Aliens? Film tersebut mengisahkan Ellen Ripley (Sigourney Weaver) yang harus berusaha survive dari serangan Xenomorph. Kini Gearbox dan SEGA telah mengeluarkan sebuah sekuel resmi dari film Aliens (film kedua) dalam bentuk game berjudul Aliens: Colonial Marines. Game ini adalah penghubung antara film Aliens dan Alien 3.

Facehuggers love you!
Aliens: Colonial Marines merupakan bagian dari franchise Aliens yang mengisahkan Corporal Christopher Winter, seorang Colonial Marines yang ditugaskan dalam misi penyelamatan untuk memeriksa U.S.S. Sulaco, dimana mereka harus menemukan para marine yang hilang tanpa penjelasan. Kita juga akan bisa bertemu dengan wajah yang tidak asing lagi bagi penggemar Aliens, yaitu Bishop sang android.

Ada Power Loader juga
Sebagai game first-person shooter dengan tema Aliens, tentu kita akan bisa menemukan senjata-senjata ikonik dari film Aliens seperti Pulse Rifle, Shotgun, Flamethrower, bahkan kita akan bisa mengendalikan Power Loaderserta menggunakan radar dengan bunyi khas seperti di filmnya.

Ditemani oleh AI
Kita tidak sendirian menjelajahi lokasi-lokasi ikonik Aliens seperti U.S.S. Sulaco. Kita akan ditemani oleh tim yang dikendalikan oleh AI. Sayangnya, AI pada Aliens: Colonial Marines cukup lemah, sering anggota tim kita terkadang diam saja di hadapan musuh, mengeker namun tidak menembak, dan sesekali mereka justru tersangkut di satu tempat sampai mereka nantinya mendadak teleport ke samping kita.

Nuansa dalam game Aliens: Colonial Marines
Nuansa dari Aliens memang ada, tapi feel survival horror seperti di film Aliens tidak terasa sama sekali. Game ini bisa diselesaikan dengan cara diam di pojokan dan menembaki para xenomorph yang datang berbaris ke arah kita karena para AI para aliens tidak menganggap anggota tim kita di depan adalah ancaman.
Para xenomorph memang cukup brutal menyerang kita, terkadang bisa membuat kita langsung mati karenainterface yang diberikan tidak intuitif. Untuk melakukan struggling kita harus melakukan button mashing, sementara tombol struggle tersebut kebetulan adalah tombol reload. Yang terjadi bisa-bisa setelah lepas darixenomorph, kita malah melakukan reload senjata.
Lucunya, kita tidak selalu berperang melawan aliens, karena ada bagian cukup panjang dimana kita justru berperang melawan mercenary sewaan Weyland Yutani. Sebuah section yang terkesan dibuat supaya ada musuh yang bisa menembaki kita.
Berbeda dengan game first-person shooter lainnya, Aliens: Colonial Marines mengijinkan kita untuk membawa semua senjata yang kita temui, termasuk smartgunpulse rifle, dua macam shotgungranathandgun dan sebagainya. Game ini juga menggunakan sistem yang cukup klasik, HP + ArmorArmor tidak akan regenerate, sementara HP terbagi menjadi tiga bar dimana HP tersebut hanya akan regenerate sampai ke batas bar-nya saja. Ini berarti kita harus melihat-lihat lokasi sambil mencari armor dan health pack untuk bisa melanjutkan perang jika sudah sekarat.

Upgrade senjata
Seiring dengan progress permainan, kita akan mendapatkan experience point sewaktu membunuh musuh dan menyelesaikan objektif. Points ini digunakan untuk melakukan upgrade dan kustomisasi senjata. Ini adalah sistem yang cukup menarik bagi penggemar kustomisasi. Sebagai contoh, kita bisa memasang shotgun di bagian bawah pulse rifle untuk mengatasi musuh yang terlalu dekat.


Gambar versi konsolnya tidak sebagus screenshot ini
Secara grafis, Aliens: Colonial Marines tampil bagaikan game tujuh tahun yang lalu. Tekstur yang ditampilkan benar-benar beresolusi rendah, terlihat ada screen tearing, ditambah dengan animasi para xenomorph yang menggelikan. Belum lagi masalah dengan karakter yang kita kendalikan, sama sekali tidak terlihat hidup. Sedih rasanya melihat para AI bisa melakukan slidingblindfire dan aksi-aksi lain sementara karakter kita kaku bagaikan FPS tahun 90'an.
Meskipun dari segi sound effect, kita akan langsung mengenali "ping" ikonik Aliens dan suara senjata yang cukup baik, namun voice acting terasa bagaikan sang aktor hanya meneleponkan suaranya saja. Apalagi di bagian awalcutscene game, terlihat dan terdengar jelas bahwa meskipun karakter di layar tampak sedang berbicara, namun suaranya terdengar seperti keluar dari radio. Tidak ada rasa immersive sama sekali.

Multiplayer
Aliens: Colonial Marines juga memiliki mode multiplayer. Selain mode co-op dalam campaign, ada berbagai mode yang bisa dimainkan, di antaranya adalah Team Deathmatch, Extermination, Escape dan Survival.

Para xenomorph dimainkan secara third-person view
Tersedia juga character customization untuk mode multiplayer, termasuk di antaranya adalah Marine wanita serta mengkustomisasi para xenomorph dengan parts dan warna yang unik. Yang agak berbeda di sini, jika kita mengendalikan para xenomorph, maka kita akan disuguhkan tampilan secara third person.
Secara keseluruhan, Aliens: Colonial Marines memang bisa membawa kita ke dunia Aliens, namun dunianya benar-benar membosankan dan tidak layak dikunjungi. Hadirnya Bishop dan Hicks dalam game ini tidak bisa menyelamatkan kualitas yang buruk dan predikat "just another shooter" pada Aliens: Colonial Marines.
Apakah kalian termasuk fans Aliens yang benar-benar ingin game bagus? Sebaiknya lewatkan Aliens: Colonial Marines. Game ini tidak jauh berbeda dengan game first-person shooter satu lagi dari Gearbox, yaitu Duke Nukem Forever. Dengan menggunakan nama besar Aliens, game ini mencoba menjadi film dan menjadi game, dan gagal dua-duanya.

Keberadaan bintang terkenal macam Lance Henriksen tidak bisa menyelamatkan game ini.
Rasanya lebih asik memainkan game Aliens: Infestation di Nintendo DS, lebih terasa survival dan seru daripada memainkan game yang justru merupakan sekuel resmi Aliens ini. (ZBT)

VGI Ratings for Aliens: Colonial Marines

6.0Gameplay"Just another shooter" yang dikemas dalam bungkusan franchise Aliens.
4.0GraphicBagaikan game beberapa tahun silam yang dipaksakan hadir di konsol saat ini.
4.0SoundMeskipun sound effect cukup baik, namun voice acting teras kurang kualitasnya.
2.0LongevityBukan game yang fun untuk dimainkan berulang-ulang.
4.0Poor
OVERALL

Demikian review yang diperoleh dari VGI. Silakan kunjungi DollyKidz.com untuk membeli Game ini dengan harga spesial.

Review Dynasty Warriors 7: Empires

Review Dynasty Warriors 7: Empires
Write by Andy Chan - VGI

Setelah mengeluarkan Dynasty Warriors 7 berikut ekspansinya Dynasty Warriors 7: Xtreme Legends, kini Tecmo Koei kembali mengeluarkan sebuah spinoff dari seri ketujuh tersebut, yaitu Dynasty Warriors 7: Empires. Inilahgame Empires pertama yang eksklusif untuk PlayStation 3.
dynasty warriors,dw7,dynasty warriors empires

Musou Attack oleh karakter buatan sendiri.
Empires merupakan sebuah game hybrid antara game strategi Romance of the Three Kingdoms dan gameaction Dynasty Warriors, dimana game tersebut tidak memberikan sebuah cerita yang pasti, melainkan hanya memberikan skenario saja untuk kita selesaikan.
Sejak diperkenalkannya seri Empires di Dynasty Warriors 4, seri ini selalu berubah-ubah dan pada Dynasty Warriors 7: Empires, Tecmo Koei telah memberikan apa yang boleh disebut sebagai evolusi yang paling mendekati game strategi Romance of the Three Kingdoms.

Inilah the next emperor of China
Tersedia enam skenario untuk dimainkan, yaitu Yellow Turban Rebellion, The Alliance Against Dong Zhuo, Battle of Guandu, Battle of Chibi, Coup d'etat dan A Gathering of Heroes. Kelima skenario pertama adalah skenario yang diambil dari kisah Romance of the Three Kingdoms, sementara A Gathering of Heroes adalah kisah yang benar-benar original dimana kerajaan yang ada sudah dirandomisasi dan bisa kita kustomisasi sesuka hati.
Pada masing-masing skenario kecuali A Gathering of Heroes, kita akan bisa berperang dalam Event Battleseperti Yellow Turban Rebellion di skenario Yelow Turban, Battle of Hu Lao Gate di The Alliance Against Dong Zhuo dan seterusnya.

Karakter baru khusus untuk Dynasty Warriors 7: Empires, Xu Shu.
Di awal permainan, kita harus memilih karakter utama yang akan kita kendalikan. Pilihan karakter yang tersedia selain 66 karakter unik termasuk di antaranya adalah karakter baru khusus Empires, Xu Shu, tersedia juga ratusan karakter lain yang generik seperti Xiahou Mao, Liao Hua, Lu Su bahkan Wen Yang. Selain itu kita juga bisa menciptakan sendiri karakter untuk kita mainkan di game ini.

Strategi phase, mirip dengan game Romance of the Three Kingdoms.
Ada tiga macam peran yang bisa kita lakukan dalam game ini, yang pertama adalah sebagai vagabond atau free officer dimana kita bisa mengumpulkan teman dan mencoba untuk mendirikan sendiri kerajaan. Yang kedua, kita juga bisa ikut dengan kerajaan yang sudah ada, misalnya jika ingin mendukung Wu untuk menguasai China, tinggal minta ikut dan menjadi anak buah Sun Jian.

Cutscene ketika seorang karakter diangkat menjadi strategist (contoh di sini adalah Zhou Yu).
Yang terakhir adalah berperan sebagai seorang ruler dimana kita memiliki sendiri sebuah kerajaan dan mencoba untuk menguasai China. Ketiga mode itu berkesinabungan, karena kita bisa mulai sebagai free officer, ikut Cao Cao, memberontak dan mendirikan kerajaan sendiri sampai akhirnya menjadi Emperor dan menguasai China.
Tidak seperti Dynasty Warriors dimana kita hanya perlu berperang saja, pada seri Empires kita harus memikirkan juga kondisi kerajaan. KIta harus mengatur sumber daya yang kita miliki, merekrut karakter, melakukan diplomasi, menentukan mau menyerang daerah mana dan bertahan dari serangan lawan. Ada juga berbagai random events dimana kita harus mengambil keputusan.


Mengunjungi kota untuk membeli senjata, hewan, item, kustomisasi, dan sebagainya.
Gameplay ketika bertarung di medan perang tetap menggunakan engine Dynasty Warriors 7, dimana para karakter bisa menyerang, melakukan charge attack serta mengeluarkan jurus maut "Musou" pada ribuan musuh yang menyerbu kita. Jika kita adalah ruler atau marshall, maka kita akan bisa memberikan perintah kepada anak buah kita di medan perang, seperti menyuruh mereka menjaga base atau menyerang lawan. Sayang AI teman diEmpires terbaru ini masih sama dengan Empires sebelumnya, cenderung kalah apabila tidak kita bantu.

Tetap menggunakan engine Dynasty Warriors 7
Baru untuk Dynasty Warriors 7: Empires adalah fitur Fame dan Stratagem. Setiap karakter kini memiliki enam buah Fame stats yaitu Brave, Wise, Kind, Orderly, Affluent dan Evil. Semakin tinggi level Fame kita, maka kita akan bisa menggunakan Stratagem yang disediakan di stratagem-tree pada Fame tersebut.

Zhuge Liang menggunakan stratagem.
Ada banyak macam Stratagem yang bisa kita gunakan tergantung dari level Fame yang dimiliki oleh karakter tersebut. Pada Fame Brave, kita akan bisa menggunakan stratagem yang meningkatkan status serangan karakter kita, sementara pada Fame Wise, kita akan bisa menggunakan taktik untuk menghancurkan lawan seperti menggunakan Flood Attack, Pitfall, Inferno dan sebagainya.

Stratagem Wise biasanya diiringi dengan cutscene.
Fame Kind berguna untuk melakukan healingFame Orderly berguna untuk menggunakan taktik pasukan, sementara Fame Affluent memiliki berbagai stratagem untuk membangun, seperti membangun catapult base, membangun defense turret dan berbagai bangungan berguna lainnya. Terakhir, dengan Fame Evil, kita bisa menggunakan stratagem yang menghancurkan diri sendiri, lawan dan teman sekaligus.
Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Dynasty Warriors (kecuali Dynasty Warriors Online), jika karakter kita sampai kalah ketika bertarung karena HP-nya habis, maka kita akan respawn di markas.
Dynasty Warriors 7: Empires kembali membawa fitur eksekusi yang sempat hilang di Dynasty Warriors 6: Empires.Ketika kita berhasil menangkap karakter lawan, maka kita bisa merekrut mereka, melepaskan mereka atau memenggal kepala mereka.
Selain mati dipenggal, karakter dalam game ini juga bisa mati apabila mereka terus-terusan kita bawa perang padahal status mereka "Injured". Injured terjadi apabila mereka kalah perang, dan mereka harus istirahat beberapa waktu sebelum bisa dibawa perang lagi tanpa resiko mati.

Zhu Rong kembali mendapatkan senjata bumerang dari Dynasty Warriors 5
Empires juga kembali merubah senjata yang dibawa oleh beberapa karakter sehingga membuat mereka lebih unik lagi. Huang Gai kini membawa Arm Blade (semacam perahu), Cao Ren kini membawa kembali Spiked Shield dari Dynasty Warriors 5, Da Qiao kini membawa senjata Pugil Stick (Magical Girl Wand), Sima Shi kini membawa Lightning Sword, Ding Feng membawa Circle Blade, Zhurong kembali mendapatkan bumerang dariDynasty Warriors 5, dan Xiahou Ba kini membawa Siege Spear.



Siege Spear, alias Gunlance atau mungkin lebih tepat disebut Rocket Lance.
Dynasty Warriors 7: Empires tetap menggunakan grafis yang sama dengan Dynasty Warriors 7. Terkadang terjadiframerate drop, musuh yang popout dan tentu saja, karakter yang suka menghilang di tengah kerumunan pasukan. Tidak ada improvement dibandingkan dengan Dynasty Warriors 7 dan Xtreme Legends.
Tapi Dynasty Warriors 7: Empires memiliki soundtrack cukup lengkap dari game-game sebelumnya (Dynasty Warriors 2 sampai dengan Dynasty Warriors 6) berikut dengan soundtrack Dynasty Warriors 7. Sayang yang disediakan kali ini hanya battle soundtrack saja, tidak selengkap lagu pada Dynasty Warriors 6: Empires.
Voice acting pada game ini menggunakan voice berbahasa Jepang, dan kedengaran lebih native daripada suara kaku berbahasa Inggris. Untuk Dynasty Warriors 7: Empires, sama seperti Warriors Orochi 3, tidak disediakanvoice track berbahasa Inggris.
Dynasty Warriors 7: Empires juga bisa dimainkan secara co-op, baik online maupun offline split-screen. Selain bermain co-op, kita juga bisa berbagi karakter buatan kita dengan orang lain secara online, sehingga ketika kita bermain Empires, akan ada banyak karakter buatan orang yang menjadi populasi di game yang sedang kita mainkan.

Character creation yang cukup mendetail.
Dynasty Warriors 7: Empires juga memiliki Edit Mode yang cukup baik, dimana kita bisa mengkustomisasi hampir seluruh bagian dari karakter kita, mulai dari wajah, badan, sampai ke kostum dan moveset karakter. Kita bisa memilih moveset, EX move, dan dua buah Musou.
Yang paling unik, ada fitur untuk menggantikan karakter in-game dengan karakter buatan kita, jadi jika ingin menciptakan Lu Su sesuai bayangan kita, Lu Bu dirubah menjadi perempuan, atau bahkan mengganti Zhuge Liang dengan karakter lucu seperti di bawah ini, tidak akan ada yang melarang.

Ya, inilah design "Zhuge Liang" yang baru.
Dengan adanya skenario yang random dan fully customizable bernama "A Gathering of Heroes", maka sama seperti game strategi Romance of the Three Kingdoms, setiap kita memainkan ulang Dynasty Warriors 7: Empires, kita akan menemukan sebuah game yang selalu berbeda dengan game yang kita mainkan sebelumnya.
Tecmo Koei telah berhasil merubah Dynasty Warriors seri Empires dari sebuah game yang 'mirip' game strategiRomance of the Three Kingdoms menjadi benar-benar mendekati seri strategical simulation Romance of the Three Kingdoms.

Dengan character creation yang mendetail, kita bisa secara kreatif merubah sejarah China.
Tentu saja, tidak semua orang suka dengan spinoff seperti ini, karena game ini boleh dibilang cukup kompleks dan tidak cocok bagi mereka yang hanya ingin membantai ribuan musuh tanpa perlu berpikir. Namun bagi penggemar Romance of the Three Kingdoms, terutama Romance of the Three Kingdoms VIII dan X dan ingin game bertipe seperti itu dengan action ala Dynasty Warriors, inilah game yang tepat untuk kalian. (ZBT)

VGI Ratings for Dynasty Warriors 7: Empires

9.0GameplayStrategi ala Romance of the Three Kingdoms dengan perang ala Dynasty Warriors.
7.5GraphicMasih tetap menggunakan grafik seperti pada Dynasty Warriors 7, lengkap dengan berbagai graphical glitch yang sama.
9.0SoundVoice acting berbahasa Jepang dengan lagu-lagu yang cukup lengkap dari game-game sebelumnya.
10LongevityDengan adanya skenario random dan character creation menjadikan game ini setiap dimainkan ulang selalu berbeda dari apa yang sudah kita mainkan sebelumnya..
8.9Awesome
OVERALL

Demikian review yang diperoleh dari VGI. Rating 8.9 dari 10 ini menununjukkan game ini layak dimainkan oleh para Gamers. Silakan kunjungi DollyKidz.com untuk membeli Game ini dengan harga spesial.